gambar





SHALOM!!! MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI DI GKRI JEMAAT HIDUP BARU!!!

 

 

TODAY'S SCRIPTURE
2016-01-05

Roma  4:2-3  

 

"  Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak dihadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

 

 

ARTICLES

 

COUNSELING

 

PREACHING


Support 01:
Support 02:
 
JOIN US

KAMPUS
STT Lintas Budaya Jakarta

Untitled Document

Karya Allah Bagi Keselamatan Kita (Bag. II)
Karya Allah Bagi Keselamatan Kita (Bag. II)
Pdt. Poltak YP Sibarani, D.Th




Pembaca yang budiman, Allah memiliki karya-karya penyelamatan bagi seluruh umat manusia. pada tulisan sebelumnya, saya sudah uraikan secara sederhana bahwa Allah telah mengadakan penyucian terhadap dosa-dosa manusia melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib. Selanjutnya, Allah menginsyafkan manusia akan keberdosaan mereka melalui Roh-Nya yang kudus. Di bawah ini saya lanjutkan pembahasannya dengan menguraikan tiga karya Allah lainnya sekitar usaha penyelamatan umat manusia itu.
Pertama, Allah mendorong agar manusia memiliki pengakuan akan keberadaan Allah dan pengakuan akan perlunya mereka diselamatkan oleh-Nya. Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib Golgota adalah kematian yang mewakili kematian semua orang berdosa. Namun, pengaruh dari kematian tersebut berlaku secara efektif ketika seseorang secara pribadi. Keselamatan disediakan Allah secara sama bagi semua orang (Yoh. 3:16-17), namun diperoleh oleh setiap orang secara eksklusif. Allah sanggup melakukan segala perkara, namun Ia bukanlah Allah yang bekerja secara sewenang-wenang, melainkan dengan sistem dan mekanisme yang jelas yang dapat dijangkau. Itulah sebabnya mengapa Yesus Kristus berkata dalam Injil Markus 16:15-16, demikian: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Hal ini senada dengan pesan Rasul Paulus dalam Surat Roma 10:9-10, demikian: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Allah sangat senang jika ada orang yang mau percaya kepada-Nya, namun Ia tidak memaksakan kehendak-Nya. Ia akan mendorong setiap orang supaya mereka mau mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun, keberdosaan manusia yang sudah parah membuat mereka tidak dapat serta merta membuat mereka mampu mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Hal ini diketahui oleh Allah. Untuk itu Roh Kudus berkarya dengan cara mendorong mereka untuk mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Tidak ada pihak yang dapat mendorong manusia untuk mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan kecuali oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya Rasul Paulus dalam Surat I Korintus 12:3 berkata, demikian: “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.”
Kedua, Allah melakukan pembaharuan dalam diri manusia yang sudah percaya kepada-Nya.Begitu seseorang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi, maka Allah mengangkatnya (memberinya kuasa) sebagai ‘anak-anak-Nya’, sebagaimana dikatakan dalam Injil Yohanes 1:12-13. Namun, harus kita akui bahwa persoalan belum selesai. Pengakuan terhadap ketuhanan Yesus Kristus bukanlah akhir dari segalanya melainkan merupakan permulaan dari sebuah hidup yang baru. Sebab, “siapa yang ada dalam Kristus ia adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah tiba” (II Kor. 5:17). Kepercayaan kepada Yesus Kristus harus terus dilanjutkan hingga detik terakhir dalam kehidupan di bumi. Namun, di sisi lain atau dalam kenyataannya, persoalan yang dihapai oleh orang-orang yang percaya kepada Kristus tidaklah ringan. Persoalan tersebut bukan saja sangat banyak tetapi juga berat dan rumit. Sebagaimana bangsa Israel setelah dibebaskan Allah dari perbudakan di Mesir oleh Firaun harus menelusuri perjalanan di padang gurun, seperti itulah orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus. Mereka juga harus menghadapi berbagai persoalan di dunia ini hingga menjelang kematiannya. Manusia yang sudah percaya kepada Kristus ternyata tidak begitu saja berubah atau tidak secara otomatis berubah, melainkan membutuhkan perjuangan dan proses yang panjang. Tantangan hidup dapat datang dari mana-mana dan di mana saja serta dalam segala keadaan. Tantangan bagi ‘orang percaya’ pertama-tama datang dari dirinya sendiri (karena kebiasaan lamanya), selanjutnya dari anggota keluarganya dan dari teman-temannya. Selain itu, seseorang yang sudah percaya kepada Kristus dapat merasa sendirian ketika ia berada dalam suatu situasi yang sangat sulit. Di sinilah dibutuhkan pemahaman yang benar mengenai proses untuk diperbaharui oleh Tuhan. Di sinilah juga letak pentingnya pertolongan Tuhan yang membantu dan memampukan ‘orang percaya’ untuk diproses menuju kesempurnaan hidup. Allah tahu akan pergumulan manusia seperti itu, maka menolong dan mendampingi mereka. Itulah sebabnya Rasul Paulus dalam Titus 3:5-7 berkata bahwa “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” Jadi, setiap orang percaya harus memiliki kesabaran sedemikian rupa dan tetap mempercayai bahwa Allah Roh Kudus selalu mendampingi orang percaya dalam proses penyempurnaan. Ketika ‘orang percaya’ jatuh dalam pelbagai pencobaan, janganlah ia rendah diri tetapi berdoa dan mengharapkan kekuatan dan pembaharuan dari Roh Kudus.
Ketiga, Allah memeteraikan pengakuan manusia akan keberadaan Allah sebagai Juruselamatnya. Setelah seseorang mengakui ketuhanan Yesus Kristus secara pribadi, namanya pun terdaftar di dalam Kitab Kehidupan (tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga). Pengakuan tersebut dimeteraikan oleh Roh Kudus, sebagaimana disebutkan dalam Surat Efesus 1:13 yang berbunyi: “Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Kepercayaan dan pengakuan seseorang terhadap Kristus tidak dapat dibatalkan atau dicuri siapapun. Saya tidak hendak berkata bahwa keselamatan seseorang sama sekali tidak dapat hilang. Yang saya maksud adalah bahwa pengakuan seseorang akan ketuhanan Yesus Kristus tidak dapat dicuri oleh iblis secara paksa. Oleh sebab itu, ‘orang percaya’ jangan takut kehilangan keselamatan.Meskipun demikian ia harus sedemikian rupa memeliharanya. Seseorang yang mengadakan pemeliharaannya atas keselamatan yang telah diterima itu menunjukkan bahwa ia menghargai atau mensyukuri keselamatan itu secara sungguh-sungguh. Rasul Paulus memberikan nasehat kepada jemaat Filipi demikian: “..... tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar …… supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Flp. 2:12-15).

Copyright @ GKRI Jemaat Hidup Baru 2012